Tampilkan postingan dengan label PROGRAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROGRAM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Program

Filled under:


Program
Bentuk Kegiatan

Konsultan politik dan hukum
Melakukan pendampingan terhadap kebijakan pemerintah dari hasil pemilu dan pemilukada.
Melakukan pelatihan atau pembekalan kepada tim sukses peserta Pemilu dan Pemilukada.
Melakukan pencerahan politik dan demokrasi ke masyarakat
Menulis buku biografi politik & buku teori-teori politik.
Menerbitkan buletin berkala.
Kemitraan dengan lembga dan non lembaga di luar negeri


Kelebihan Pusat Studi Investasi Politik Indonesia

Mampu menghemat biaya kampanye kandidat 30% sampai 50%
Suara sudah bisa diprediksi dan dipantau pergerakannya dari awal.
Strategi merebut hati pemilih (rakyat) bisa dilogikan.
Semua tim sukses lokal KANDIDAT dibekali buku Industri Politik (Strategi Investasi Politik dalam Pasar Demokrasi).


Bentuk Kerjasama

Melakukan Konsultasi politik dan hukum terhadap akibat yuridis dari pelaksanaan proses demokrasi.
Mengkoordinir kampanye politik kandidat Pemilu & Pemilukada selama waktu yang ditentukan.
Menyediakan strategi atau metode cerdas yang diyakini mampu  memenangkan Pemilu dan Pemilukada.


Opsi Yang Ditawarkan

Memberi pembekalan politik dengan memperkenalkan strategi cerdas Investasi Politik Indonesia kepada tim sukses Pemilu dan Pemilukada (keterlibatannya hanya sebatas nara sumber dalam pembekalan politik tim sukses).

Dipercaya penuh dari awal memanajemen atau mengkoordinir kampanye kandidat dari awal sampai memenangkan Pemilu dan Pemilukada  (keterlibatan penuh sebagai konsultan politik)
Memberikan konsultasi hukum terhadap akibat yuridis dari proses pemilu dan Pemilukada.

Posted By OBSERVER INDONESIA14.36

Minggu, 26 Agustus 2012

Survei Pilkada

Filled under:


Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) memberikan kebebasan sepenuhnya bagi masyarakat pemilih untuk menentukan siapa kandidat kepala daerah yang akan mereka pilih.
Kandidat yang akan dipilih masyarakat menjadi sangat tergantung pada popularitas (keterkenalan) yang bersangkutan di masyarakat pemilihnya. Tingkat popularitas para kandidat itu bisa diukur dengan metode ilmiah yang akurat, yakni survei popolaritas bagi kandidat.
Hasil survei tersebut dapat menjadi masukan amat penting untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat sekaligus untuk menghadapi masa kampanye yang akan segera dilakukan. Hasil survei juga membimbing kandidat dan tim sukses tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilih dalam Pilkada nanti.
Informasi tentang pendapat, aspirasi dan harapan warga negara juga mutlak bagi karir politik dari calon pejabat-pejabat publik atau yang sedang menjabat (incumbent). Karir politik mereka juga ditentukan sejauhmana mereka responsif terhadap partisipasi warga negara tersebut.

Manfaat apa yang bisa diambil dari Survei Pilkada?

Mengetahui Popularitas Para Kandidat dan Kemungkinan Tingkat Keterpilihannya (Electebility)

Seberapa luas pemilih setempat mengenal kandidat. Dalam Pemilihan Kepala Daerah secara langsung, popularitas adalah modal paling dasar yang harus dipunyai oleh seorang kandidat. Survei berguna untuk ini mengukur sejauh mana tingkat pengenalan publik terhadap kandidat. Bagaimana tingkat kesukaan publik terhadap kandidat? Faktor apa saja yang disukai dan tidak disukai dari seorang kandidat? Bagaimana perbandingan popularitas seorang kandidat dibandingkan kandidat lain, kapan kandidat mendapat dukungan kuat dan kapan melemah.

Mengetahui Bagaimana Pandangan Pemilih Terhadap Isu-Isu Penting di Daerahnya (problem & Isue mapping)


Bagaimana penilaian masyarakat atas isu penting di daerah saat ini? Isu-isu apa yang dianggap penting? Bagaimana sikap mereka terhadap satu isu tertentu? Berapa banyak yang pro dan kontra? Sejauh mana pemilih cukup terlibat atau tidak dengan isu dan persoalan di daerah? Program apa yang diinginkan oleh pemilih? Kebijakan apa yang dibutuhkan oleh pemilih setempat? Tindakan apa yang menurut pemilih penting dilakukan? Prioritas apa saja yang diinginkan oleh mereka?

Mengetahui Tingkat Kepuasaan Publik terhadap Berbagai Kebijakan Pembangunan dan Kinerja Pemerintah Daerah Yang Sedang Berjalan.


Salah satu kandidat utama pilkada biasanya adalah pejabat yang sedang memerintah. Apakah kepala daerah yang sekarang dianggap sukses atau gagal? Kalau sukses atau gagal, apa sebabnya? Apakah pemilih puas atau tidak puas dengan berbagai kebijakan pembangunan yang telah dibuat? Mana kebijakan yang pemilih ingin teruskan atau hentikan? Pendapat publik mengenai kebijakan pembangunan ini diperlukan untuk mengambil langkah yang tepat ketika kepala daerah yang baru sudah terpilih.

Membantu meningkatkan dan mempertajam Strategi dan penggunaan Medium Kampanye secara Lebih Effektif (Determinasi).


Apa yang seharusnya dilakukan oleh kandidat untuk merebut hati pemilih? Isu apa saja yang bisa dijual untuk membangkitkan sentimen positif dari pemilih? Medium apa yang paling efektif dan efisien untuk menjangkau pemilih? Media apa dan mana yang paling berpengaruh di suatu daerah? Survei menjamin kandidat dan tim suksesnya mengambil tindakan yang benar, yang didukung oleh publik. Survei adalah sumber informasi yang berharga untuk mengetahui bagaimana keinginan publik. Dengan data yang benar itu, bisa dirancang strategi kampanye yang baik.

Survei Pilkada yang Kami Tawarkan

Kami menyediakan beragam paket polling yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada tiga pilihan yang bisa diambil: snapshot survei, tracking survei dan panel survei.

Snapshot Survei
Survei akan dilakukan satu kali. Tujuannya adalah memotret suara pemilih dalam satu kesempatan ( periode waktu tertentu). Anda bisa memilih, apakah survei akan dilakukan menjelang hari pemilihan atau beberapa bulan sebelum pemilihan. Survei yang dilakukan menjelang hari pemilihan lebih ditujukan untuk mengetahui potensi suara yang bisa didapatkan kandidat kepala daerah. Sementara survei yang dilakukan jauh sebelum hari pemilihan dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran pemilih dan pilihan strategi untuk menarik pemilih. Apapun tujuannya survei dilakukan satu kali saja. Kelebihan dari paket ini, menghemat biaya. Tetapi kelemahannya, karena dilakukan satu kali tidak bisa merekam pergerakan suara pemilih. Kita tidak bisa mengetahui suara pemilih dari satiu waktu ke waktu lain.

Panel Survei (Longitudinal)
Panel survei adalah jenis survei untuk mengukur opini publik yang dilakukan secara periodik ( longitudinal). Berbeda dengan snapshot survei yang hanya mengukur opini publik dalam satu periode waktu, survei ini justru ingin melakukan survei secara periodik dalam jangka waktu terntu. Tujuan dari tracking survei adalah membandingkan dari satu waktu ke waktu lain, pergerakan opini publik. Dengan demikian, panel survei tidak hanya berpretensi memotret opini publik, tetapi juga memotret pergerakan dan perubahan opini publik. Bagaimana suara pemilih dari satu waktu ke waktu lain. Apakah suara kandidat kepal adaerah naik atau turun. Kalau naik kenapa dan kalau turun apa sebabnya. Panel survei juga berguna untuk mengeveluasi strategi. Apakah pilihan strategi yang diambil kandidat kepala daerah berguna atau tidak dalam mendongkrak suara pemilih. Kalau tidak, pilihan strategi apa yang bisa diambil dan sebagainya.

Tracking Survei
Tracking survei hampir mirip dengan panel survei. Keduanya dimaksudkan untuk merekam pergerakan suara pemilih. Sama dengan panel survei, tracking survei dilakukan beberapa kali. Yang membedakan adalah pada responden yang diwawancarai. Pada panel survei, wawancara akan dilakukan pada responden yang sama ( orang yang sama). Kami akan memilih sampel yang representatif, dari sampel yang terpilih itu akan terus menerus diwawancarai secara periodik. Sementara pada tracking survei, orang yang diwawancarai berbeda dari satu waktu ke waktu lain tetapi diambil dengan prosedur dan populasi yang sama. Instrumen yang dipakai dan metode penarikan sampel sama dari satu periode ke periode lain.
Paket survei mana yang Anda pilih tergantung kepada tingkat kebutuhan dan dana yang tersedia. Segera hubungi kami, agar kami bisa menjelaskan secara detail paket yang sebaiknya Anda ambil sesuai dengan kebutuhan dan budget yang tersedia.

Posted By OBSERVER INDONESIA12.14

Selasa, 02 Februari 2010

PROGRAM OBSERVER INDONESIA

Filled under:

Program Pilkada

Latar belakang
Secara ilmiah, kita semua termasuk kami, Observer Indonesia percaya dan yakin bahwa  suara pemilih bisa diketahui dan dideteksi. Sudah saatnya Indonesia meninggalkan pola-pola lama dalam praktek pemenangan kandidat kepala daerah. Penggalangan suara, politik uang, penggunaan segala cara untuk meraih kemenangan - haruslah diakhiri. Suara pemilih bisa diketahui. Karena itu, pola pemenangan seorang kandidat seharusnya memakai cara-cara yang rasional dan modern. Seorang kandidat perlu mendekati pemilih dengan mengetahui terlebih dahulu karakteristik mereka, harapan dan aspirasi mereka.

Program
Observer Indonesia, sebagai sebuah lembaga studi dan kajian yang juga bergerak di bidang riset akan dapat membantu kandidat yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah. Observer Indonesia menyediakan layanan yang terintegrasi dari pencalonan hingga menyiapkan kandidat agar memenangkan pemilihan. Secara umum, Program Pilkada Observer Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga bagian berikut:
  • Memetakan Suara
Kandidat perlu mengetahui secara tepat dukungan pemilih. Pertama-tama harus diidentifikasi popularitas ( pengenalan terhadap kandidat), preferensi pemilih, kelebihan dan kelemahan kandidat dan lawan-lawannya. Kandidat juga perlu mengetahui isu - isu popular , kebijakan yang diinginkan oleh pemilih dan sebagainya.
  • Mempengaruhi Suara
Setelah tingkat popularitas dan besar dukungan dari kandidat diketahui, dilakukan langkah intervensi untuk mempengaruhi suara. Jika kandidat sudah nomor 1, intervensi dilakukan untuk mempertahankan posisi kandidat. Jika belum nomor 1, intervensi dilakukan untuk meningkatkan suara hingga kandidat menjadi nomor 1.
  • Menjaga Suara
Kemenangan yang sudah diraih bisa digagalkan oleh lawan politik lewat manipulasi politik, misalnya dengan kecurangan. Karena itu kemenangan harus dijaga.
Observer Indonesia menyediakan layanan yang terpadu dari memetakan suara, mempengaruhi suara sampai menjaga perolehan suara.  


Kategori
Program Observer Indonesia
Memetakan suara
1.Survey
2.Focus Group Discussion ( FGD )
3.Analisis Media Lokal
Mempengaruhi suara
1.Desain iklan di media
2.Penempatan iklan di media
3.Desain atribut kampanye
4.Door to door campaign
Menjaga Suara
1.Pelatihan juru kampanye
2.Pelatihan saksi
3.Quick Count

Informasi Yang Bisa Didapat Lewat Survei

Survei berguna untuk mengetahui pendapat dan persepsi pemilih. Survei bisa dirancang untuk mendapatkan informasi yang spesifik yang diinginkan oleh kandidat. Beberapa informasi berikut bisa didapat lewat survei:
Mengukur Popularitas
Survei bisa mengukur seberapa banyak pemilih yang mengenai kandidat. Berapa banyak pemilih yang tidak mengenal, dan bagaimana karakteristik mereka – wilayah , jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya. Bagaimana perbandingan popularitas kandidat dibandingkan dengan kandidat lain. Seberapa mungkin popularitas kandidat bisa ditingkatkan, dan sebagainya.

Mengukur Dukungan 

Survei bukan hanya bisa mengukur pengenalan ( popularitas) kandidat tetapi juga kemungkinan terpilihnya kandidat sebagai kepala daerah. Seberapa besar dukungan publik terhadap kandidat. Bagaimana perbandingan dukungan kandidat dibandingkan dengan kandidat lain. Di kelompok atau lapisan mana kandidat didukung ( misalnya wilayah, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya ) dan di lapisan mana kandidat kurang mendapat dukungan.

Identifikasi Pemilih Mengambang

Seberapa banyak pemilih yang mengambang ( swing voters) yang belum menentukan pilihan. Bagaimana karakteristik pemilih yang mengambang tersebut – wilayah , jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya. Bagaimana kecenderungan pemilih yang masih mengambang. Strategi apa yang bisa dipakai untuk mendekati pemilih mengambang.

Memetakan Alasan Memilih 

Faktor apa yang menentukan pilihan seorang pemilih. Aspek apa yang paling mempengaruhi pemilih ketika menentukan kandidat. Sejauh mana alasan memilih itu dipakai oleh pemilih. Apakah alasan memilih kandidat itu bersifat permanen ataukah bisa berubah. Kalau bisa berubah, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan tersebut, dan sebagainya.

Identifikasi Isu – Isu Penting 

Lewat survei, kandidat juga bisa mengetahui isu-isu apa saja yang dipandang penting oleh pemilih. Masalah apa yang dipandang paling penting untuk diselesaikan oleh calon kepala daerah. Sebaliknya, isu apa yang dipandang tidak penting oleh pemilih. Bagaimana perbandingan penilaian atas isu penting dari berbagai kelompok masyarakat berdasar wilayah, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan dan sebagainya. Misalnya apakah ada perbedaan isu yang dipandang penting antara pemilih yang berpendidikan tinggi dan rendah, dan seterusnya.
Mendeteksi Medium dan Strategi Kampanye
Survei bisa mendeteksi media ( suratkabar, radio, televisi ) apa yang paling banyak diakses oleh pemilih. Sejauh mana pemilih menyukai medium kampanye yang lain seperti pertandingan olahraga, pertemuan agama, atau pertemuan adat. Medium luar ruang apa yang paling banyak diakses oleh pemilih – apakah spanduk, baliho, stiker, dan sebagainya. Informasi ini penting sebagai bahan dalam menyusun strategi kampanye.

Analisis Kekuatan Politik

Bagaimana dukungan terhadap kandidat ditinjau dari kekuatan politik ( organiasi politik, partai politik, organisasi agama dan sebagainya). Kelompok potensial apa yang bisa digerakkan oleh kandidat untuk memperbesar dukungan. Survei bisa mendeteksi kemungkinan – kemungkinan tersebut secara lebih akurat diandingkan jika kandidat hanya mendasarkan diri dari informasi informal.
Manfaat Yang Bisa Diperoleh Kandidat Lewat Survei
Fluktuasi Opini

Survei perilaku pemilih adalah satu-satunya alat yang dapat diandalkan untuk mendeteksi popularitas kandidat dan para pesaingnya. Karena opini publik mengenai popularitas kandidat dinamis, survei dapat mengukur naik-turunnya popularitas kandidat pada waktu yang berbeda – beda . Survei juga bisa mengukur dari waktu ke waktu dukungan masyarakat dan kemungkinan suara yang bisa diperoleh pada Pemilu. Bagaimana kekuatan lawan dan sebagainya. Informasi seperti ini penting sebagai informasi dalam menentukan langkah yang akan diambil.

Peta bagi Kandidat

Dalam Pemilu, suara setiap pemilih mempunyai nilai yang sama. Membujuk seorang profesor sama nilainya dengan membujuk seorang petani. Kuantitas pemilih lebih menentukan dibandingkan dengan kualitas pemilih. Karena itu agar kandidat mendapat suara yang besar, strategi harus diarahkan untuk membidik pemilih dengan lapisan terbesar. Pengenalan terhadap lapisan pemilih, karakteristik dan profil pemilih menjadi penting agar kandidat bisa menjangkau sebanyak mungkin orang. Karakteristik demografis, kondisi psikologis dan kecenderungan perilaku pemilih penting diketahui oleh kandidat.

Strategi Kampanye yang Tepat Sasaran

Lewat survei, strategi kampanye akan lebih tepat sasaran. Survei memberikan informasi mengenai isu apa yang dipandang penting, medium apa yang efektif untuk digerakkan, kelompok mana yang bisa didekati, dan lapisan pemilih mana yang bisa ditingkatkan suaranya. Hampir mustahil seorang kandidat menemui semua pemilih. Karena itu, kandidat memerlukan sebuah peta yang memberi jalan kandidat dalam melangkah. Pemahaman mengenai peta pemilih membuat strategi kandidat dalam menjangkau pemilih bisa lebih fokus dan efektif.
Strategi Kampanye yang Efektif dan Murah
Survei bukan hanya membantu kandidat dalam merancang strategi agar tepat sasaran, tetapi juga efektif dan murah. Acapkali kandidat mengeluarkan banyak uang ( untuk kampanye massa, pembuatan kaos, spanduk bahkan politik uang) tetapi tidak mengetahui efektifitas dari cara-cara tersebut dalam menjangkau pemilih. Dengan survei strategi kampanye bisa dibuat lebih terukur dan efesien. Dengan dana yang tersedia, kandidat bisa menyusun srategi yang efektif dalam menjangkau sebanyak mungkin.

Jenis Survei
Ada tiga pilihan survei yang bisa dipilih oleh kandidat kepala daerah.

Individual survei

Survei dilakukan satukali saja speanjang periode pemilihan. Misalnya, Pemilihan Kepala Daerah Bulan Agustus 2010. Kandidat bisa memilih, kapan survei dilakukan , apakah bulan Januari, Mei atau Juli. Wawancara survei hanya dilakukan satu kali saja. Kelebihan dari survei ini, menghemat dari segi biaya. Kelemahannya, survei ini tidak bisa menangkap trend perubahan suara pemilih. Opini publik umumnya sangat dinamis, mudah bergerak dan berubah. Perubahan ini tidak bisa ditangkap dalam individual survei. Karena survei hanya dilakukan satu kali saja sepanjang periode pemilihan.
Tracking survei
Pada tracking survei, wawancara ( survei) dilakukan berkali-kali. Berapa jumlah survei, tergantung permintaan dari kandidat kepala daerah. Jadi kalau hari Pemilihan Kepala Daerah bulan Agustus 2010 misalnya, survei bisa dilakukan 3 atau 4 kali sebelum bulan Agustus 2010. Kelebihan dari tracking survei, karena survei dilakukan berkali – kali , bisa diketahui perubahan opini publik. Kandidat kepala daerah bisa mengetahui naik turunnya popularitas, atau naik turunnya dukungan pemilih pada dirinya. Hasilnya bisa terus menerus dievaluasi dan dijadikan bahan dalam penyusunan strategi. Kelemahan dari tracking survei pada biayanya yang relatif mahal. Karena survei dilakukan 3 – 4 kali, secara otomatis biayanya 3 – 4 kali lipat lebih besar dari pada individual survei.
Panel survei 
Jenis survei ini adalah pemecahan kelemahan dari tracking survei. Sama dengan tracking survei, panel survei adalah jenis survei yang dilakukan beberapa kali sebelum hari pemilihan. Bedanya, dalam panel survei, responden yang diwawancarai dari satu survei ke survei lain sama. Karena responden sama ( panel), maka biaya survei bisa lebih ditekan. Kelebihan lain, sama dengan tracking survei, kandidat kepala daerah bisa mengetahui trend suara dan dukungan pemilih dari satu waktu ke waktu lain.
Pilihan survei yang mana yang akan diambil oleh kandidat, tergantung kepada kandidat itu sendiri. Dalam hal ini pertimbangan strategi, data / informasi yang dibutuhkan dan dan ayang tersedia bisa menjadi alasan pemilihan jenis survei.
Kapan Sebaiknya Kepala Daerah Melakukan Survei?
Kandidat kepala daerah bisa memilih, kapan survei dilakukan. Secara umum, survei terbagi ke dalam, survei pra pemilihan, hari pemilihan dan pasca pemilihan. Periode survei itu tentu saja mempunyai tujuan yang berbeda. Survei pra pemilihan lebih ditujukan untuk mengetahui pendapat dan opini pilihan masyarakat, termasuk perkembangan dan dinamikanya. Sementara survei pasca pemilihan, lebih ditujukan untuk evaluasi: keberhasilan atau kegagalan pemilihan.
Untuk survei pra pemilihan, waktunya juga bisa dipilih oleh kandidat kepala daerah. Bisa 3 bulan, 2 bulan atau 1 bulan menjelang hari pemilihan. Bahkan bisa pula 1 minggu atau beberapa hari menjelang hari pemilihan. Semua periode waktu survei itu membawa konsekuensi pada tujuan dan sasaran yang berbeda. Survei yang dilakukan jauh menjelang hari pemilihan lebih dimaksudkan iuntuk mendapatkan input sebanyak mungkin, data dan informasi jauh-jauh hari menjelang pemilihan. Sebaliknya, survei yang dilakukan beberapa hari menjelang pemilihan lebih dimaksudkan untuk prediksi perolehan suara.

Posted By OBSERVER INDONESIA23.07

Followers